Meet Me After Midnight
Ketika sore itu Tuhan mempertemukan Aku dan Dia dalam sebuah scene yang mirip dengan adegan-adegan drama korea. Aku bahkan sama sekali belum mengenal Dia, yang Aku ingat, Aku hanya berkata "Hay,,, salam kenal" saat salah satu temanku mengenalkan Dia padaku, lalu Aku berlalu tanpa menghiraukannya. Salah satu adegan mimpi semalam yang sempat aku ingat.
Aku belum tahu siapa dia,,
Aku belum mengerti, orang seperti apa dia,,
Aku bahkan tidak penasaran sama sekali.
Suatu momen kembali mengharuskan Aku melihatnya lagi, Aku mendengarkan dan memerhatikan Dia. Bukan karena Aku tertarik, tapi memang keadaan yang mengharuskan Aku berlaku demikian. Saat itupun Aku sama sekali tidak berfikir untuk mengenalnya lebih jauh.
Aku kembali dengan duniaku.
Aku merasa hidupku penuh gairah ketika Aku melakukan banyak kegiatan yang berhubungan dengan orang banyak. Aku senang jika tenagaku berguna untuk orang lain. Mungkin karena Aku tidak punya apapun untuk diberikan pada orang lain, jadi Aku lebih senang orang-orang mengandalkan tenagaku.
Setelah saat itu, aku belum lagi bertemu dengan Dia.
Lalu... Memori mimpi ini membawaku pada suatu petang, disuatu acara yang Tuhan takdirkan agar Aku dan Dia kembali bertemu, sebuah percakapan antara Aku dengan Dia membuat petang yang gerimis dan dingin menjadi hangat.
"Waahh, kamu suka anak-anak ya?"
"Eh, iya..."
"Calon ibu idaman nih,, haha"
"Aamiin, kamu yang waktu itu kan?"
"Iya, kenalin aku - - - - - , aku udah kenal kamu kok. Habis ini kegiatannya lumayan, semangat ya"
"Iya-iya, semangat juga"
Entah bagaimana percakapan itu belum juga membuatku tertarik ataupun sekedar penasaran siapa Dia sebenarnya, dan kenapa Dia berhubungan dengan kegiatan yang Aku lakukan.
Kegiatan sudah rampung dan sudah waktunya untuk kami pulang. Waktu itu memang Aku ngga bawa motor dan aku harus jalan kaki. Saat itu juga Dia menawarkan diri untuk mengantarku.
Karena lelah aku tak sanggup menolak ajakannya.
Dalam perjalanan...
"Kamu ngga papa pulang malem?"
"Sebenernya ngga boleh, tapi aku udah ijin Ibu dan kegiatannya juga punya tujuan yang bagus"
"Ijin Ibu? Ijin Bapak ngga?"
"Aku cuma tinggal bertiga, sama Ibu dan Adikku"
"Waahh, semangat. Kalo pacar udah punya?"
"Belum memikirkan, Orang Tua dan Sekolah yang terpenting. Masalah itu nomor sekian, itu juga urusan Dia yang Kuasa"
"Iya betul, Aku juga begitu" Kata-kata Dia yang terakhir Ku dengar dan membuatku tertegun.
Sejak saat itu, Aku mulai penasaran tentang siapa Dia. Aku mulai mencari tahu tentang dia.
Kami mulai pembicaraan via maya, dan mengakrabkan diri. Entah kenapa begitu nyaman ketika berbicara dengannya.
Karena rasa nyaman itu, membuatku terus mengandalkan orang itu. Sebelumnya aku tidak begitu, tak masalah jika aku tak bersandar pada siapapun. Aku tetap Aku yang kuat dan bisa terus berjalan dengan tenang.
Sejak mimpi itu ......
Aku mulai takut rasa berharapku akan kehadiran sosok sepertinya membuatku lupa dengan Dia
Aku takut aku tak lagi berharap pada Dia yang Esa
Aku takut menghianati-Nya
Aku takut rasa nyaman akan menguasai pikiran dan hatiku, dan membuatku lupa pada-Nya
Jika memang Dia yang menganugerahkan rasa seperti "rasa nyaman" pada manusia, maka ijinkan aku untuk membawanya pada doa
Jika Aku dan Dia sejak awal sudah direncanakan untuk bertemu, maka biarkanlah....
Biarkan aku mendapatkan sepertiga malamku
Biarkan aku merangkaikan keinginanku untuk-Nya
Biarkan Dia yang membuatku nyaman, ada dalam doaku kepada-Nya
Biarkan Aku dan Dia brertemu pada kalimat indah di sepertiga malamku kepada-Nya
Doaku untuk entah siapa dia yang entah dibagian bumi yang mana, yang telah tertulis pasti dalam lauh mahfuz takdir Allah SWT.
Doaku untuk entah siapa dia yang entah dibagian bumi yang mana, yang telah tertulis pasti dalam lauh mahfuz takdir Allah SWT.
"Meet Me After Midnight"
By : Niningalf




Dianya siapaa, biar aku mudeng.. wkwk
BalasHapusDia itu,,, tak terdefinisi :)
Hapus